Kampung Batik Tanjung Bumi
Batik merupakan salah satu karya budaya bangsa yang telah tersohor hingga ke luar negeri. Hampir disetiap daerah di negeri ini mempunyai sentra kerajinan batik, khususnya Pulau Jawa dan sekitarnya.
Sentra kerajinan batik sendiri menjadi wisata budaya yang banyak dijadikan destinasi oleh para wisatawan baik yang dari dalam negeri maupun mancanegara sendiri.
| Nama Inovasi | Sentra Batik Telaga Biru |
| Pengelola | Kelompok Batik Telaga Biru |
| Alamat | Desa Peseseh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur |
Pulau Madura yang terletak bersebelahan dengan Pulau Jawa ternyata juga memiliki beberapa pusat kerajinan batik. Salah satunya yang berada di Kabupaten Bangkalan, tepatnya di Desa Peseseh, Kecamatan Tanjung Bumi, terdapat pusat kerajinan batik Telaga Biru.
Desa wisata ini memang sudah menjadi tempat berkumpulnya pengrajin juga penjualbatik semenjak puluhan tahun yang lalu. Batik yang berasal dari desa ini memiliki motif batik tulis pesisir yang terkenal dengan penggunaan warna-warna tajam seperti warna merah.
Hal ini berlainan dengan jenis batik tulis pedalaman yang mempunyai motif dan warna yang kalem dan sederhana.letaknya yang terletak di pesisir pantai mewakili jiwa seni pengrajin batik pesisir yang terbuka dan berani dengan dunia luar.
Bagi para wisatawan yang ingin datang berkunjung untuk mengetahui eksklusif proses pengerjaan batik, desa wisata ini atau desa Paseseh berjarak sekitar 45 km dari pusat kota Bangkalan. Sekitar 6 km saja dari Pantai Siring Kemuning.
Untuk saluran jalan menuju Kecamatan Tanjung Bumi sudah mulai diperbaiki, khususnya ketika masuk kecamatan Tanjung Bumi jalan sudah lebar dan mulus. Angkutan lazim juga sudah banyak tersedia siap untuk mengirim para turis.
Dari Pelabuhan Kamal, Anda cukup memilih angkutan biasa sejenis L 300 menuju sentra Kota Bangkalan dan langsung menuju Kecamatan Tanjung Bumi dengan ongkos sekitar Rp 15.000.
Bila Anda lewat Jembatan Suramadu dengan bus patas dari Terminal Bungurasih Surabaya, Anda tinggal turun di perempatan Tangkel, kemudian menuju pusat Kota Bangkalan dengan transportasi umum. Setelah itu kembali naik angkutan biasa menuju tempat pesisir utara Kecamtan Tanjung Bumi dengan L 300.
Tepat dipinggir jalan di kawasan Kecamatan Tanjung Bumi atau sekitar 50 meter dari Kantor Pos Tanjung Bumi ada Gapura yang bangun. Memasuki Gapura tersebut anda akan langsung disuguhi rumah – rumah yang beralih fungsi menjadi tempat kerajinan batik tulis Tanjung Bumi.
Batik tulis Tanjung Bumi ini sudah lama ada, berawal dari kebosanan para kaum ibu di daerah pesisir mengisi waktu luang sambil menunggu suami datang kembali dari berlayar di lautan.
Batik ini memiliki ciri khusus yang menjadi pembeda dengan batik tulis dari daerah lainnya. Adanya motif burung yang niscaya terdapat di batik Tanjung Bumi ini, serta penggunaan warna merah yang sungguh mewakili aksara penduduk pesisir khususnya Pulau Madura.
Dari sisi seni, tampilan serta corak para pengrajin batik tulis di desa ini berlainan–beda. Hal ini bisa dapat anda buktikan langsung dengan mendatangi beberapa pengrajin yang ada di daerah tersebut. Semakin memperbesar kekayaan motif batik Tanjung Bumi yang ternyata hampir memiliki 1.000 jenis motif.
Berbagai macam motif, mirip motif Rongterong, Ramo, Perkaper, Serat Kayu dan sebagainya. Ada satu jenis batik yang menjadi andalan ialah jenis batik Gentongan. Nama batik Gentongan sendiri berasal dari kata Gentong atau sejenis kawasan besar yang umum digunakan untuk memuat air.
Batik jenis Gentongan ini mempunyai corak dan warna yang Istimewa, abjad yang besar lengan berkuasa, warna yang lebih tajam dan membuat orang yang memakainya makin memperbesar aura kewibawaan. Tidak salah jika harga yang disediakan untuk jenis batik Gentongan ini berkisar di atas Rp 2.000.000, harga tersebut bisa anda dapatkan jikalau langsung membelinya ke pengrajin.
Sebenarnya lama proses pembuatan batik dan tingkat kesusahan dalam pengerjaannya ini menghipnotis nilai harga yang disediakan. Batik Gentongan menduduki kualitas tingkat pertama utamanya dalam pewarnaannya.
Membutuhkan waktu paling usang satu tahun dari mulai menciptakan corak, pewarnaaan dan perendaman batik dalam gentong. Batik di rendam di dalam gentong dan di letakkan pada kamar khusus yang tertutup serta dilarang ada orang yang masuk.
Semoga dengan makin banyaknya turis yang datang berkunjung ke Objek Wisata Budaya Batik Tanjung Bumi ini mengakibatkan pemerintah lokal kian profesional mengorganisir salah satu warisan budaya nenek moyang ini.
Originally posted 2018-05-30 15:18:04.
0 Response to "Kampung Batik Tanjung Bumi"
Post a Comment