Kementan Jajaki Koordinasi Pengembangan Porang Sampai Ke Hilir
Suwandi menunjukkan perlu adanya kontrakKerjasama anatara Kementan, Bupati Madiun disokong hilirnya dari Asia Prima Konjac dan didukung juga permodalan dari Himbara supaya petani mampu terbantu aspek budidaya melalui KUR dan dapat terbantu aspek hilir dengan koordinasi perusahaan.
“Kami akan senantiasa support, jika dikerjakan kita secara sinergi kembangkan porang di Madiun maka akan jadi sentra kawasan besar Madiun untuk porang,” imbuh Suwandi. Tahun 2019 Kementan sudah menyalurkan saprodi pupuk dan pestisida untuk sekitar 3000an hektar petani porang Madiun. Kemudian untuk ketersediaan benih juga sudah dilepas varietas porang Madiun-1. Untuk tahun ini asumsi sekitar nyaris 50 ribu hektar lahan yang hendak ditanami porang untuk pengembangan komoditas. Dari luas lahan yang akan ditanami porang tersebut, tersebar di 15 provinsi baik di Jawa dan luar Jawa. Pengembangan komoditas porang ini untuk mencukupi kebutuhan porang yang masih kurang.
Pada kesempatan itu Bupati Madiun Ahmad Damawi menegaskan terkait porang maka mesti pro petani. “Terkait investasi, jangan ke ranah tanamnya, saya nggak mau petani jadi penonton saja. Investor nanti bagiannya di pascapanennya saja,”sebutnya.
Lahan porang di Madiun berada di lahan hutan yang dikontrol Perhutani. Saat ini terdapat 82 LMDH yang masing-masing ada sekitar 800 sampai 1.200 anggota. Bupati menyebuit pada tahun 2019 beliau meminta LMDH di SK kan Bupati sehingga ketika ini punya hak dimasukkan RDKK untuk pupuk . “Dan hari ini seluruh LMDH sudah mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah,” ucapnya
Bupati yang bersahabat dipanggil Kaji Mbing ini ingin ke depannya hilirisasi selsai disini. “Kami butuh Kementan atau LIPI ada penelitian yang resmi bagaimana hilirisasi pembuatan porang jadi tepung atau materi lain mirip shirataki dan lainnya sehingga kami mampu belajar lakukan di Madiun ini,” tandasnya.
Sementara itu, Antok petani porang yang tergabung di asosiasi Peporindo menyampaikan keperluan akan oven. Ia berharap semoga bisa ada oven minimal satu tiap desa. “Sekarang kami sedang coba menciptakan panggangan sendiri dengan biaya yang lebih hemat biaya untuk pengolahan porang. Produk hulu sudah ada, hilirnya kita coba buat. Produk hulu hilir harus kita persiapan mengusahakan sendiri,” percaya Antok.
Melihat seruan porang dari luar negeri yang terus meningkat, Kenneth dari Asia Prima Konjac membeberkan bahwa sampai dengan hari ini perusahaannya masih kelemahan barang. Ia berniat tahun 2021 perluasan besar-besaranan sehingga kapasitas butuh 130 ton porang per hari. “Tentunya kami butuh support pemerintah dari hulunya. Apapun keputusan pemerintah kami siap ikut di kerjasamanya,” tuturnya. Untuk mendapatkan porang ini perlu support penuh dari petani dan pemerintah, dan saat ini perusahaannya sedang tahap pengembangan untuk penepungan porang,
(Hum/Ardy/Red)
Originally posted 2021-06-17 22:48:41.
0 Response to "Kementan Jajaki Koordinasi Pengembangan Porang Sampai Ke Hilir"
Post a Comment