Kepahlawanan Arung Palakka Dalam Semangat Warga Desa Mallari
Bagi masyarakat Bone, Arung Palakka yaitu hero yang paling membanggakan. Ia adalah putra mahkota Bone. Sejak usia 11 tahun, sang pangeran sudah menjadi tawanan Kesultanan Gowa di Makassar. Tak heran, keinginan untuk bisa melepaskan diri dari kekuasaan Gowa selalu tertanam di hati dan pikirannya. Semangat Arung Palakka selalu memberi inspirasi penduduk Watampone, ibukota Bone, di mana patung Arung Palakka yang bangkit gagah.
Desa Mallari termasuk desa yang istimewa karena merupakan daerah kelahiran Wapres RI yaitu H. Yusuf Kalla dan mempunyai Sumur Jodoh, yakni sumur yang berdasarkan kepercayaan penduduk jika ada yang berkunjung ke sumur tersebut lalu membasuh tampang dengan air sumur itu akan menerima jodoh.
Desa Mallari merupakan salah satu desa dari 17 desa yang ada di Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Istilah ‘mallari’ didefinisikan sebagai kawasan pelarian/tunjangan. Dahulu era, desa ini ialah kawasan pelarian bagi masyarakat luar untuk mendapatkan pemberian saat mereka menghadapi duduk perkara. Mereka berpendapat bahwa dikala sudah berada di Desa Mallari, maka mereka akan merasa aman dan insya allah pasti akan terlindungi.
Kondisi geografis Desa Mallari terletak di sebelah selatan Teluk Bone. Desa Mallari memiliki kawasan dengan luas 7,5 km2 yang terbagi dalam 5 dusun, adalah Dusun Mallari, Dusun Bacu, Dusun Cempalagi, Dusun Awangnipa, dan Dusun Nipa.
Jumlah penduduk tahun 2016 sebanyak 2.930 jiwa yang terdiri dari 1.396 laki-laki dan 1.534 wanita, dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 698.
Desa Mallari sudah mengantongi beberapa prestasi berkat tunjangan, persatuan dan partisipasi penduduk , termasuk pemberian dana desa yang diperoleh, adalah Juara III selaku Kepala Desa Teladan (2012) dan juara Harapan I selaku Pengelola BUMDes Tingkat Provinsi (2015).
Selain itu, Desa Mallari meraih juara III pada TTG (Teknologi Tepat Guna) Tingkat Provinsi (2016), juara I selaku pengelolaan keuangan desa terbaik (2016), serta menjadi desa yang ber-STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) pertama di Sulawesi Selatan (2017).
Beberapa penemuan yang dikerjakan untuk Mewujudkan Desa Mallari selaku desa ber-STBM adalah bagi warga penduduk yang mau menikah wajib memiliki jamban, dan pelaksanaan acara “LISTA” (Lihat Sampah Tolong Ambil).
Desa Mallari sangat peduli kepada penduduk difabel/disabilitas yang selama ini dikucilkan bahkan dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
Program “GEMALIDI” (Gerakan Masyarakat Peduli Disabilitas), pemerintah desa sudah melibatkan masyarakat penyandang difabel/disabilitas untuk berpartisipasi dalam Musrenbang, baik di tingkat desa, kecamatan, bahkan ke tingkat kabupaten.
Dalam rangka pemberdayaan penyandang difabel/disabilitas, dana desa dipakai untuk memperlihatkan pinjaman transport bagi siswa difabel dan bagi siswa difabel yang putus sekolah, disekolahkan kembali sesuai dengan acara Mallari yang disebut LIMAS “Lisu Massikola”.
Penggunaan Dana Desa didedikasikan sebagian besar untuk Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa sebesar 666,5 juta atau 82,8%, Bidang pemberdayaan Masyarakat sebesar 88,39 juta atau 11% dan terakhir Pembiayaan sebesar 50 juta atau sekitar 6,2%.
Untuk mendorong gerak laju pembangunan di Desa Mallari, dana desa yang diperoleh digunakan untuk pembangunan jalan di setiap dusun, memajukan mutu pendidikan, dan penguatan ekonomi penduduk Desa Mallari.
Dalam membantu perekonomian masyarakat, Tahun 2013 Desa Mallari sudah mendirikan BUMDes dengan jenis usaha antara lain pembuatan hasil rumput laut, perjuangan simpan pinjam, dan saprodi. Sejak tahun 2015 dana desa telah menolong permodalan BUMDes, sehingga pada tahun 2016, BUMDes telah menerima SHU (Sisa Hasil Usaha) yang menjadi PAD (Pendapatan Asli Desa) sebesar Rp2.821.000.
Dalam rangka pemberdayaan penduduk , dana desa sudah dipakai untuk acara budidaya rumput laut dan kerajinan “Songkok To Bone”. Kegiatan tersebut sudah bisa membuka lapangan kerja khususnya bagi masyarakat Desa Mallari mulai dari belum dewasa, cukup umur, bahkan lansia.
Kegiatan pembuatan rumput maritim Dana Desa dapat mendorong warga berinovasi dalam pembuatan rumput bahari menjadi beberapa produk antara lain kerupuk rumput bahari, kudapan manis brownies, jus rumput laut, dan dodol rumput maritim. Hasil olahan rumput laut tersebut ialah produk unggulan dan sudah dipasarkan lewat BUMDes.
Dalam bidang pariwisata, tahun 2017 Desa Mallari merencanakan promosi wisata dengan menyelenggarakan acara lomba balap bahtera. Acara tersebut diharapkan sebagai ajang penawaran khusus rekreasi Desa Mallari yang pada alhasil diharapkan memajukan perekonomian penduduk .
Tahun 2017 Desa Mallari membangun Rumah Belajar Masyarakat yang akan dipakai untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat.
Belajar dari Mallari, belajar bahwa keberanian berinovasi mampu menunjang keberhasilan pengelolaan Dana Desa. Pengolahan produk turunan rumput maritim memberikan value added untuk masyarakat.
Mallari, sebuah potret keberhasilan desa dalam mengoptimalkan setiap rupiah dari Dana Desa dengan cara yang inovatif dan kreatif.
Kerja keras dan pandai seluruh elemen masyarakat membuahkan banyak prestasi yang membanggakan, tidak hanya untuk para pihak yang terlibat langsung dalam pembangunan tetapi juga para generasi penerus mereka kelak.
0 Response to "Kepahlawanan Arung Palakka Dalam Semangat Warga Desa Mallari"
Post a Comment