Sangkar Domba Golongan, Desa Wlaharwetan Berdayakan Ekonomi Kaum Mustahiq

Peningkatan kesejahteraan masyarakat dilakukan Desa Wlahar Wetan secara inovatif. Salah satunya, Pemerintah desa berhubungan dengan Baznas Zakat Community Development untuk pengadaan fasilitas sangkar domba dengan target warga desa yang berhak mendapatkan zakat (kaum mustahiq). Kandang domba dibangun di tanah desa dengan kapasitas tampung 200 ekor.


Program Peternakan domba dimulai semenjak 2016. Program ini bermaksud untuk meningkatkan perekonomian kaum mustahiq. Domba-domba yang dipelihara oleh kaum mustahiq selanjutnya dijual ke Baznas untuk agresi tanggap darurat peristiwa.





























Nama InovasiKandang Domba Kelompok Kaum Mustahiq
PengelolaPemerintah Desa Wlaharwetan dan Baznas
AlamatDesa Wlaharwetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
KontakDodiet Prasetyo (Kepala Desa Wlaharwetan)
Telepon+62-812-2323-1134
Websitehttps://wlaharwetan.desa.id

Berdasarkan sejumlah acuan, Kaum Mustahiq berisikan delapan unsur, yakni orang fakir (al-fuqara’), orang miskin (al-masakini), orang yang baru masuk islam (mu’allaf), para budak (al-riqob), orang yang terbelit hutang (al-gharimun), orang yang berjuang di jalan Allah (fi sabilillah), orang yang sedang melaksanakan perjalanan (ibn al-sabil/musafir), dan Panitia Zakat (al-‘amil).


Desa Wlaharwetan terletak di Kecamatan Kalibagor, Kebupaten Banyumas, Jawa Tengah. Model pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan zakat bisa membuka mata masyarakat ihwal pentingnya peningkatan ekonomi, solidaritas sosial, dan kenaikan kualitas keagamaan. Selama ini, pemberdayaan ekonomi penduduk direduksi sekadar memburu bagian duniawi, komponen spiritualnya jadi terpinggirkan.


Selain itu, pendekatan zakat dalam pemberdayaan ekonomi melatih masyarakat untuk belajar dan mencari ilmu. Masyarakat diyakinkan tugas ilmu dan nilai agama dalam memajukan kemakmuran hidup. Karena itu, jikalau ada praktik manipulasi atau tidak bersungguh-sungguh dalam menjalankan acara ini konsekwensinya tak hanya berhadapan dengan hukum dunia tetapi juga darul baka.


Program pengembangan kandang domba didampingi tenaga profesional dari Dinas Peternakan dan pendamping penduduk yang didanai oleh Pemerintah Desa. Berkat sumbangan pendampingan, mutu sangkar dan domba yang dipelihara kaum mustahiq makin baik.


Adanya kandang domba golongan juga membuat acara acara pertanian alami kian mudah. Mereka mengolah kotoran domba menjadi pupuk organik yang berkualitas tinggi. Pupuk sangkar menjadi gizi bagi pemulihan tanah pertanian yang rusak akibat pemanfaatan pupuk kimia. Hal itu sesuai dengan misi dan visi Pemerintah Desa Wlaharwetan untuk menyebarkan tata cara pertanian terpadu (integrated farming).


0 Response to "Sangkar Domba Golongan, Desa Wlaharwetan Berdayakan Ekonomi Kaum Mustahiq"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel