Curug Goa, Curug Bertingkat Di Karangsalam
Banyumas, Potensi Desa – Bertingkat dua dengan anutan yang berlawanan serta ketinggian yang berlawanan pula, diapit oleh perkebunan cengkeh dan perkebunan karet, serta memiliki debit ajaran air yang tidak terlalu deras alasannya berada di sungai kecil. Itulah sedikit citra ihwal Curug Goa yang berada di Desa Karangsalam Kecamatan Kemranjen.
Sebuah curug bertingkat dua yang mempunyai ketinggian sekitar 15 meter, yang dibagi menjadi dua tingkat aliran yang berlainan. Pada tingkat atas yang memiliki ketinggian sekitar 10 meter mempunyai ajaran air yang merambat pada dinding curug, sedangkan pada tingkat bawah yang mempunyai ketinggian sekitar 5 meter memiliki fatwa yang sedikit lebih deras dengan air pribadi jatuh ke kolam.

Romadlon Arif (18), warga Alasmalang menerangkan tentang penamaan curug bertingkat tersebut. “Curug ini dinamakan Curug Goa oleh warga sekitar karena memiliki dua buah goa yang ada pada dinding curug,” kata Arif yang sedang mengantar temannya ke Curug Goa pada hari Minggu (2/2). Satu goa berada pada dinding sebelah timur curug, satu goa lagi berada pada dinding tingkat bawah curug. Goa-goa tersebut cukup dangkal, hanya mempunyai kedalaman sekitar 3 meter.
Sementara itu, Yudi Setiyadi (24), pengunjung dari Purwokerto, mengungkapkan ihwal suasana Curug Goa masih asri. “Suasananya masih asri. Tebingnya terdiri dari batuan cadas dan tanah, serta ditumbuhi flora liar. Di sini juga terasa sepi dan damai. Pemandangan perkebunan cengkeh, singkong, dan karet menciptakan nuansa alamnya begitu terasa,” kata Yudi yang menerima berita ihwal Curug Goa dari Arif.
Warna air sedikit cokelat muda dikarenakan dasar curug ialah perpaduan antara tanah dan bebatuan. Kedalaman kolam curug bertingkat tersebut tidaklah terlalu dalam, sekitar 2 sampai 3 meter, sehingga hadirin masih bisa mandi di kolam tersebut. Untuk kawasan istirahat, pengunjung mampu duduk di bebatuan besar yang ada di sekeliling curug sembari menikmati suasana Curug Goa.
Curug Goa yang berlokasi di sebelah barat daya Desa Karangsalam, atau sebelah barat perbatasan dengan Desa Alasmalang, tidak terlampau jauh dari pemukiman masyarakatterdekat. Jarak dari pemukiman masyarakatsekitar 300 meter. Selain erat dengan pemukiman penduduk, lokasi Curug Goa juga lebih mudah dijangkau oleh hadirin.
Lokasi yang berada tidak terlampau jauh dari jalan alternatif Wijahan menuju Banyumas melalui Balai Desa Karangsalam, membuat pengunjung mampu dengan gampang meraih lokasi Curug Goa. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan sendiri dan dari arah utara (Purwokerto, Banyumas, Banjarnegara), mampu melalui jalur alternatif menuju Kemranjen. Pada perempatan Karangsalam, ambil kanan menuju SMPN 2 Kemranjen hingga batas desa. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 20 menit.
Sementara hadirin dari arah selatan, bisa mengambil jalur alternatif Wijahan – Banyumas, kemudian di perempatan pasar kecil Murya, ambil arah kiri lalu kanan. Jalan sampai batas desa. Dari arah selatan hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit. Para hadirin mampu menitipkan kendaraan mereka di rumah-rumah warga sekitar.
Sementara untuk pengunjung yang memakai kendaraan biasa , dari perempatan Wijahan mampu memakai jasa ojek untuk menuju ke arah curug. Dengan ongkos sekitar Rp 7.000,- hingga Rp 8.000,-, pengunjung bisa minta dikirimkan ke area dekat Goa.
Untuk menuju curug, pengunjung masih harus berlangsung kaki menyusuri jalan setapak yang telah disemen hingga tiba di perkebunan cengkeh. Setelah itu, hadirin harus menuruni jalan tanah yang telah sedikit tertata dengan adanya tangga tanah. Pemandangan perkebunan karet di seberang menjadi panorama perjalanan menuruni lereng yang memiliki kemiringan hingga 60 derajat tersebut.
Sesampainya di dasar, hadirin akan disambut oleh aliran sungai dari Curug Goa. Aliran sungai kecil yang dangkal dan memiliki ajaran yang tidak deras. Pengunjung mampu langsung menikmati situasi Curug Goa sembari beristirahat.
Arif menyertakan bahwa keindahan Curug Goa merupakan potensi wisata yang dimiliki oleh Desa Karangsalam selain wisata Durian Tiba Asli. “Sayangnya potensi Curug Goa masih belum tergarap dengan baik, serta masih kurang dalam promosinya. Sehingga curug ini masih sepi pengunjung karena belum terpublikasi dengan baik,” tutur Arif yang rumahnya tidak terlampau jauh dari Curug Goa.
Estiko Aji Saputro
0 Response to "Curug Goa, Curug Bertingkat Di Karangsalam"
Post a Comment