Desa Paksebali Membangun Pariwisata Dan Kemandirian Ekonomi
Gambaran Umum Desa Paksebali
Desa Paksebali mempunyai luas 27 ha dan terbagi ke dalam 8 banjar/pesamuan. Lokasinya cukup strategis, hanya dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari Kota Denpasar untuk mencapai desa ini. Dengan pesona pemandangan alam yang indah, potensi keunikan kerajinan, serta jumlah masyarakatusia produktif yang besar, Desa Paksebali memiliki modal yang cukup untuk berbagi kesejahteraan warganya.
Desa Paksebali terletak di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali. Desa Paksebali populer selaku salah satu tujuan wisata favorit di Pulau Dewata. Begitu memasuki desa ini, pelancong akan disambut dengan aksara-aksara berukuran besar membentuk nama desa yang membentang di dinding tebing.
Pada tahun 2017, Paksebali mendapatkan dana desa senilai 848 juta rupiah yang disalurkan oleh KPPN Amlapura. Jumlah tersebut mencapai 36% dari total pemasukan yang diatur oleh Pemerintah Desa.
Desa Wisata Paksebali
Pengembangan desa rekreasi ialah salah satu prioritas utama Paksebali. Pembangunan yang dilakukan dengan dana desa sudah memperkokoh Paksebali selaku desa rekreasi yang pantas dikunjungi di Bali baik oleh wisatawan asing maupun domestik. Wisatawan mampu melakukan hiking atau tracking ke puncak Bukit Paksebali, dilanjutkan dengan menikmati situasi pedesaan.
Di desa ini, wisatawan juga dapat mendatangi Pura Taman Sagening yang memiliki mata air suci yang diyakini selaku air baka muda. Yang paling mempesona, turis juga dapat mandi di sungai Tukad Unda, yang populer dengan ‘teladas tirai’-nya. Wisatawan yang merindukan indah dan damainya kehidupan desa akan dibentuk kesengsem dengan keindahan alamnya.
Tak pelak hal ini menawan perhatian aneka macam biro perjalanan rekreasi di seantero tanah air untuk berlomba-lomba memperlihatkan berbagai paket wisata Paksebali.
Kontribusi Dana Desa
Dana Desa berkontribusi pada berbagai kegiatan pembangunan dan sekarang telah dicicipi oleh warga. Di antaranya yakni jalan desa yang kian baik, sanitasi lingkungan yang tertata, pengelolaan sampah, kualitas layanan pos kesehatan serta mutu PAUD yang kian meningkat.
Selain pengembangan desa rekreasi, prioritas penggunaan Dana Desa adalah untuk pemberdayaan masyarakat yang ialah roket pendorong pengembangan desa. Oleh alasannya itu, pemerintah desa dengan bijak mengalokasikan dana untuk mengembangkan kapasitas Lembaga Masyarakat dan santunan Bantuan Siswa Miskin.
I Putu Ariadi, sebagaiperbekel 1 mengungkapkan bahwa program-acara yang dibiayai Dana Desa diupayakan mampu memajukan PAD 2. PAD yang tinggi akan mengembangkan kemandirian desa dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh warga.
Potensi Desa
I Putu Ariadi yakni salah satu contoh generasi muda yang berkomitmen tinggi membangun kampung halamannya. Kepemimpinan perbekel yang didukung perangkat desa yang kompeten dan partisipasi warga menjadi aspek keberhasilan pengelolaan Dana Desa.
Tak hanya potensi keindahan alamnya, Desa ini mempunyai kesempatanbudaya dan kerajinan yang mampu menawan pelancong. Tari Lente, Lukat Gni dan Dewa Mesraman antara lain adalah tradisi unik penduduk lokal.
Di Paksebali para wisatawan tidak hanya bisa membeli hasil kerajinan warga desanya seperti kain tenun endek, kain bludru prada, payung adat, lukisan dan anyaman, namun juga bisa belajar membuatnya. Paksebali ialah wujud desa yang membangun kemandirian desanya dengan manfaat Dana Desa.
0 Response to "Desa Paksebali Membangun Pariwisata Dan Kemandirian Ekonomi"
Post a Comment