Desa Santong, Telur-Telur Santong

Instagrammable. Kata tersebut muncul secara khusus dalam kamus kekinian (urban dictionary). Anak-anak muda pun berbondong-bondong mencari kawasan yang instagrammable dan berswafoto sebelum mengunggahnya di media umum.


Desa Santong di Lombok Utara menjadi salah satu kawasan instagrammable tersebut. Pasalnya, Desa Santong dikaruniai spot rekreasi teladas yang indah dan sejuk. Setidaknya ada empat air terjun yang cukup populer di sana, yaitu Tiu Bumbung, Tiu Teja, Sekeper, dan Tiu Sampurarung.


Air menggeluti Sekeper adalah gerojokan tertinggi di pulau Lombok dengan ketinggian mencapai 110 meter. Meski medan yang dilalui cukup susah, para petualang yang pergi ke Lombok pasti akan mencatat Sekeper dalam daftar yang mesti dikunjungi.


Desa Santong yaitu salah satu dari delapan desa di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Kata santong mempunyai arti setuju, namun juga ada yang mengartikannya selaku pohon bambu. Wilayah ini ditetapkan menjadi desa definitif pada November 1998, tak usang sehabis reformasi terjadi.


Jauh sebelum populer dengan air terjunnya, ada dongeng khusus dari Desa Santong ini. Jika datang ke Santong ketika ini, tak ada yang bakal percaya klau dulunya area desa ini cuma didominasi oleh sawah kering dan hutan yang tandus.


Seseorang berjulukan Artim Tahya, pada tahun 1997-1998 sukses menyulap Desa Santong menjadi kawasan produktif. Kakao, kopi, alpukat, nangka, melinjo, kemiri, vanili dan durian montong tumbuh subur menyokong roda perekonomian warga desa.


Tentu saja hal tersebut tidak instan. Artim Yahya tidak sendiri. Dengan kemauan yang berpengaruh, perjuangan dan kekompakan warga desa, Santong mampu menciptakan produk-produk bermutu. Hal ini sesuai dengan semboyan Desa Santong adalah Rema

(kebersamaan), Rapi (menata), dan Rapah (musyawarah).


Luas Desa Santong tidak terlampau luas, sekitar 800 Ha. Dengan 75 persen daerahnya berupa sawah, mayoritas mata pencaharian masyarakatnya adalah petani dan pekebun. Luas kebun milik perorangan ialah setengah luas kebun milik rakyat. Artinya, kemakmuran dari hasil berkebun tidak dimonopoli oleh orang per orang, tetapi dapat dinikmati secara merata.


Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Santong untuk tahun 2017 disusun dengan dititikberatkan pada bidang pelaksanaan pembangunan sebesar 48%. Artinya, pembangunan sarana dan infrastruktur mirip rabat desa, kanal drainase, talud dan irigasi masih menjadi prioritas utama.


Sadar dengan karakteristik warganya, Dana Desa pun digunakan untuk pemberdayaan masyarakat desa melalui pengadaan ayam petelur 800 ekor, mesin jahit dua buah dan bibit pohon durian sebanyak 250 batang yang diserahkan kepala kalangan masyarakat Desa Santong.


Hasil nyata yang telah dapat dinikmati yaitu bikinan telur Desa Santong bukan hanya sanggup memenuhi keperluan internal desa, melainkan juga memadai keperluan telur se-Kecamatan Kayangan. Selain itu, beberapa hotel di tempat Senggigi

juga sudah menjadi konsumen tetap telur dari Desa Santong.


Desa Santong juga mempergunakan Dana Desa untuk perbaikan jalan desa permukiman/jalan usaha tani, pengerjaan drainase, talud, irigasi dan sarana Pendidikan Anak Usia Dini/Taman Kanak-kanak (PAUD). Hebatnya, semua dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan warga desa secara pribadi.


Keterlibatan penduduk dalam pembangunan ini, secara pribadi bisa mengembangkan pemasukan masyarakat serta bisa menghemat tingkat pengangguran masyarakat desa. Yang lebih penting lagi, rasa memiliki hasil pekerjaan akan menjadi tali

pengikat yang besar lengan berkuasa antar warga sehingga kemauan untuk merawat dan memeliharanya tidak butuhlagi dipertanyakan.


Meskipun belum menjamah bidang pendidikan dan kesehatan, Dana Desa yang sudah disalurkan telah mampu menawarkan bantuan aktual dalam rangka kenaikan kesejahteraan penduduk .


Pada abad yang akan datang, para perangkat desa sudah mendesain pembentukan suatu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) biar pemasukan orisinil desa berkembangpesat dan tidak tergantung dari dana APBN maupun APBD.


Desa Santong bertekad mampu memecahkan persoalannya secara mampu berdiri diatas kaki sendiri, utamanya dalam mengentaskan warga dari kemiskinan berkat kejelian, ketekunan dan jerih payah para pengurus Dana Desa yang disokong sarat oleh masyarakatnya.


Selain itu, keterbukaan isu kepada dana yang dikelola juga tak kalah penting. Papan nama proyek yang sedang dikerjakan menjadi salah satu alat sederhana untuk monitoring, penilaian, dan pengawasan bersama terhadap dana yang diterima.


Kunci suksesnya adalah ketepatan dalam keputusan atas aspek konsentrasi penggunaan DanaDesa. Ketapatan tersebut dimulai dari pengenalan terhadap identitas dan peluangdesa yang melahirkan penyusunan rencana yang tepat. Penggunaan Dana Desa pun pelan-pelan akan menyanggupi keperluan-kebutuhan desa dan menggerakkan pertumbuhan desa.


0 Response to "Desa Santong, Telur-Telur Santong"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel