Desa Amdasa, Pembangunan Di Beta Punya Desa

Gambaran Umum Desa Amdasa


Matahari yang selama ini malu-aib terlihat memancarkan cahayanya di balik awan cumulonimbus. Sisa-sisa tetesan air hujan dari balik kaca kendaraan beroda empat sedikit mengaburkan persepsi. Namun lambat laun muncul sawah dan perkebunan di sisi kiri dan kanan jalan desa ini.


Sesekali kami menyaksikan para petani sedang menilik ladang kol, jagung, dan buncis mereka. Ya, kami telah hingga di Amdasa, suatu desa di Kecamatan Wer Tamrian, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku.


Curah hujan sungguh tinggi di desa ini dengan iklim antara 27-31 derajat Celcius. Hal ini mendukung aktivitas penanaman penduduk di desa seluas hingga 2.150 hektar ini.


Di ekspresi dominan hujan seperti sekarang ini, mata pencaharian utama masyarakat adalah bertani. Namun ketika trend kemarau datang, perkebunan tersebut terbengkalai alasannya adalah sebagian besar malah menjadi nelayan.


Desa ini tidak terlalu ramai. Luas lahan pemukiman 123.420 meter persegi, dan hanya 743 orang dalam 210 kepala keluarga (KK) tinggal di sini. Terdapat 360 penduduk pria, 383 penduduk wanita, 256 penduduk berusia 0-5 tahun, 379 penduduk berusia 15-65 tahun, dan total 108 penduduk berusia 65 tahun ke atas.


Pertemuan dengan Kepala Desa


Mobil kami perlahan melaju menuju kantor kepala desa. Dimana hari ini kami akan berjumpa dengan kepala desa dan menyebarkan cerita wacana dana desa. Begitu kami turun gunung, angin menerpa paras kami, yang menyadarkan kami bahwa sisi timur desa ini yaitu pantai. Desa ini memang terletak di pesisir timur Pulau Yamdina di Kepulauan Tanimbar, di sebelah Hutan Yamdina di sebelah barat desa.


Kami diantar ke suatu ruangan di kantor Kepala Desa Amdasa. Kepala desa menyampaikan Amdasa APBDes hanya berasal dari dana desa sebesar Rp. 810,884 juta.


Dana tersebut lalu digunakan untuk membiayai tiga (3) kegiatan utama desa. Yaitu Pembangunan Desa, Pengembangan Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat dengan total pengeluaran sebesar 909,205 juta rupiah. Artinya, ada defisit Rp 98,321 juta untuk mendanai seluruh acara.


Tolak Ukur Keberhasilan Dana Desa Amdasa


Namun, kata beliau, keberhasilan pengelolaan Dana Desa mampu dilihat dari pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana desa. Pengelolaan belanja dana desa memiliki pengaruh pada pemeliharaan fasilitas dan prasarana air bersih. Berupa kolam penampungan air bersih, MCK bagi penduduk miskin, pembangunan jalan desa, pembangunan rumah bagi masyarakat miskin, sarana dan prasarana kantor desa, dll.


Tidak hanya pembangunan infrastruktur, dana desa juga digunakan untuk membiayai karang taruna, acara PKK, kelompok tenun Ikat, kalangan ukir kayu, pengerjaan gerabah bambu, tunjangan alat pancing, dukungan pembuatan bahtera, pemberian bibit ternak, bantuan bibit tanaman kebun , infrastruktur sanitasi, infrastruktur pendidikan, infrastruktur ibadah dan infrastruktur publik. Tak lama lalu perbincangan kami selesai dan kami pamit pada Kepala Desa Amdasa.


Warga Merasa Sangat Terbantu dengan Dana Desa


Di tengah jalan, kami bertemu dengan seorang wanita bernama S. Angwarmase, warga Desa Amdasa. Beliau mengetahui bahwa kami yakni tim dari KPPN Saumlaki yang meninjau pelaksanaan Dana Desa. Beliau mengucapkan terima kasih atas adanya Dana Desa. Dikatakannya, sebelumnya masyarakat merasa sungguh terbantu dan acara dana desa eksklusif menyentuh kebutuhan penduduk .


Kekurangan air pada isu terkini kemarau kini tertuntaskan berkat pembangunan kolam penampungan yang didanai dari dana desa. Selain keperluan air higienis, rumbi (daun tumbuhan sagu) juga diperlukan untuk perbaikan atap, pemanfaatan seng atau asbes, membantu penanaman sawi, kubis, jagung dan kacang-kacangan, juga membangun trotoar, dan kedepannya pembangunan parit jalan. di desa, Bisa mendapatkan tunjangan dari dana tingkat desa.


Obrolan simpulan, dan setelah satu perpisahan lagi, kami kembali ke Saumlaki. Mobil perlahan meninggalkan desa Amsada. Terharu rasanya mendengar dan melihat bahwa hasil jerih payah penyaluran dana desa disambut dan dibantu oleh warga desa.


Obrolan akhir, dan sehabis satu perpisahan lagi, kami kembali ke Saumlaki. Mobil perlahan meninggalkan desa Amsada.


Dana Desa Menyelesaikan Masalah Air Bersih


Salah satu berita besar yang kami peroleh hari itu yaitu desa Amdasa sukses menggunakan dana desa untuk melakukan program yang eksklusif menjamah akar masalah masyarakat yakni ketersediaan air higienis dan ketersediaan bibit tanaman untuk menolong sawah warga. .


Mendengar dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa hasil jerih payah penyaluran dana desa disambut baik dan dibantu oleh masyarakat di desa membuat aku terharu.


Masyarakat berdoa biar pembangunan desa di seluruh Indonesia semakin maju selaku wujud pembangunan Indonesia dari pinggiran, sejalan dengan salah satu rencana Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.


0 Response to "Desa Amdasa, Pembangunan Di Beta Punya Desa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel