Desa Sidorukun, Membangun Dalam Keragaman

Desa Sidorukun secara administratif ialah salah satu dari tiga belas desa yang berada di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Lokasi desa yang tidak jauh dari jalan Trans Sulawesi menimbulkan desa ini mudah diakses meskipun jalan menuju desa tidak sepenuhnya dalam kondisi cantik. Menurut Pemerintah Kabupaten Pohuwato, desa ini ialah desa pertama dan tersukses dalam penggunaan Dana Desa di daerah setempat.


Luas kawasan Desa Sidorukun ialah 18 Km 2 dan terdiri atas empat dusun yakni

Dusun Malotoinuto, Dusun Kertabuana, Dusun Mulyosari, dan Dusun Mekarsari.

Penduduknya berjumlah 827 jiwa. Jika dilihat dari keberagaman suku penghuninya, Desa

Sidorukun bisa dikatakan sebagai miniatur Indonesia. Setidaknya tercatat ada delapan

suku yang mendiami desa ini, adalah Gorontalo, Sangir, Bali, Jawa, Minahasa, Bolaang

Mongondow (Bolmong), Kaili, dan Bugis. Agama yang dianut pun bermacam-macam,

dari Islam, Nasrani, hingga Hindu. Pembinaan kerukunan umat beragama yang dilakukan

oleh aparat desa turut membantu terjaganya toleransi di antara warga.


Pada Tahun Anggaran 2017 Desa Sidorukun mengorganisir APBDes sebesar Rp1,39

Milliar dengan jumlah penerimaan terbesar berasal dari Dana Desa (APBN) sebesar

Rp771 Juta (55,36%). Dana Desa tersebut dipakai untuk membiayai pelaksanaan

program pada sejumlah bidang.


Pada bidang pembangunan desa, yang menjadi fokus yaitu pengerjaan jalan desa berbentukjalan usaha tani (beserta plat decker) yang difungsikan selaku penghubung antardusun. Jalan ini memudahkan warga untuk menuju ladang/sawah/kebun tempat mereka bekerja, mengingat sebagian besar masyarakat Desa Sidorukun yaitu petani.


Selain itu, Dana Desa juga dimanfaatkan untuk kegiatan pemeliharaan fasilitas dan prasarana penduduk adalah berbentukpembangunan Balai Pemuda yang sekaligus difungsikan

sebagai aula untuk pertemuan atau musyawarah warga desa. Diharapkan dengan selesainya aula konferensi tersebut seluruh aktivitas kegiatan desa mampu dipusatkan gedung tersebut. Tentunya aset tersebut pada hasilnya mampu dioptimalkan menjadi sumber pemasukan desa untuk meningkatkan kemakmuran penduduk desa.


Di bidang pelatihan kemasyarakatan desa, acara yang dibiayai dengan Dana Desa adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pembinaan Pemuda dan Olahraga. Yang unik

dari acara Pembinaan Pemuda dan Olahraga ini ialah pemberdayaan para cowok untuk mencar ilmu beternak, baik berupa ternak kambing maupun babi.


Kegiatan ini dipadukan dengan kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat pada Bidang Pemberdayaan Kemasyarakatan Desa. Berdasarkan persyaratan dan evaluasi tertentu, setiap kalangan atau kepala keluarga menerima satu ekor kambing atau babi untuk diternakkan.


Selanjutnya anakan dari hasil beternak tersebut akan diserahkan kepada kalangan atau KK yang lain untuk dibesarkan hingga menghasilkan keturunan berikutnya, sedangkan indukannya mampu dimiliki oleh kalangan/KK yang sudah sukses tersebut.


Pada bidang ini acara yang dibiayai dari Dana Desa yakni kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat lewat perjuangan koperasi simpan pinjam. Pemberian pinjamannya

lebih diutamakan untuk perjuangan produktif mirip pembelian bibit dan keperluan lain yang berafiliasi dengan pertanian atau perkebunan. Koperasi simpan pinjam ini ialah usaha desa yang menjadi cikal bakal dibentuknya BUMDes.


Di tengah keberagaman suku dan agama warganya, semua etnis tetap dirangkul dalam proses pembangunan desa semenjak mulai tahap penyusunan rencana. Program-program yang dicanangkan dimusyawarahkan apalagi dulu untuk disepakati semua pihak, biar

nantinya mampu dilakukan dengan sumbangan seluruh masyarakat. Pada risikonya,

masyarakat juga yang mau mencicipi merasakan sendiri perkembangan desa yang juga

mempunyai dampak pada kesejahteraan rakyat.


Salah satu kendala yang acapkali dijumpai oleh warga desa dalam membuka atau

mengembangkan bisnisnya yaitu di bidang permodalan. Di Desa Sido Rukun, Dana

Desa hadir menawarkan angin segar, alasannya adalah penggunaanya berkonsentrasi pada peningkatan

dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bantuan hewan ternak dengan metode bergulir,

contohnya. Metode ini juga sekaligus makin mempererat kerukunan warga yang

memiliki beragam latar belakang suku. Koperasi simpan pinjam yang kelak menjadi

BUMDes dengan dukungan Dana Desa juga membantu warga dalam mendapatkan

modal untuk perjuangan produktif mirip pembelian bibit atau keperluan pertanian maupun

perkebunan.


0 Response to "Desa Sidorukun, Membangun Dalam Keragaman"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel