Pasar Pancingan, Pasar Tempo Dahulu Yang Dongkrak PeluangDesa Wisate Bilebante

Pasar yang Unik


Anda ingin merasakan situasi pasar rakyat tempo doeloe? Pasar Pancingan Desa Wisata Bilebante bisa menjadi tujuan rekreasi Anda. Pasar Pancingan dirancang secara kreatif untuk memadukan nuansa tempo dahulu dan kekinian. Di Pasar ini, aneka kuliner khas penduduk Sasak maupun kuliner kontemporer didesain ala tempo dahulu. Lapak jualan memakai bambu dan alang-alang, wadah kawasan makan menggunakan daun pisang, dan alat pembelian menggunakan uang kepeng. Semua pengurus dan pedagang juga memakai busana adab sasak.



Harga masakan yang ditawarkan sangat akrab. Apabila kita ingin melakukan transaksi, maka kita mesti menukar uang kita di kawasan penukaran (money changer), Pihak pengelola menawarkan uang kepeng dengan nilai dari 2,5, 5, dan 10. Uang kepeng 2,5 bernilai Rp 2.500, kepeng 5 bernilai Rp 5.000 dan kepeng 10 bernilai Rp 10.000. Bila duit kepeng kita masih sisa, maka kita dapat menukar kembali sisanya di kawasan yang sama untuk menjadi duit terbaru.


Gambaran Umum


Pasar Pancingan terletak di Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Priggerate, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Dinamakan Pasar Pancingan, alasannya adalah memang atraksi utamanya yakni memancing. Hasil pancingan nantinya akan diolah menjadi berbagai masakan berbahan dasar ikan. Selain memancing, tersedia juga aneka kuliner khas Lombok. Ada lebih dari 30 jenis masakan yang dapat dinikmati para hadirin Pasar Pancingan.


Idenya berawal dari sekelompok anak muda Lombok-Sumbawa yang tergabung dalam komunitas Generasi Pesona Indonesia (Genpi). Mereka berkolaborasi Desa Bilebante untuk menghadirkan suatu atraksi gres yang menawan bagi pelancong, tapi juga turut mengangkat potensi desa. Konsep Pasar Pancingan lahir sebab lokasi pasar berupa area bekas lokasi galian C yang diubah menjadi kolam-bak pancingan.


Puas dengan menikmati kuliner pasar tempo dulu, kita bisa istirahat sambil berfoto ria. Di Pasar Pancingan tersedia spot-spot yang memperlihatkan suasana penduduk tempo dulu, mirip rumah pohon dan daerah ayunan. Area parkir yang ditawarkan cukup luas sehingga memudahkan para hadirin yang memakai kendaraan sendiri.


Dukungan Pemerintah Desa


Pemerintah Desa Bilebante menyaksikan sudah banyak pergeseran nyata sehabis Pasar Pancingan hadir. Selanjutnya, pembenahan akan terus dilakukan sambil jalan. Untuk tahap awal ini Pasar Pancingan hanya buka setiap hari Minggu, pukul 07:00-11:00 Wita. Selain mancing dan masakan, ada juga wisata sepeda keliling menikmati suasana perdesaan di Desa Bilebante. Anda cukup menyewa sepeda seharga Rp 25.000 per sepeda plus jasa pemandunya.


Untuk menuju ke lokasi Pasar Pancingan Desa Wisata Bilebante, dari arah kota Mataram, kita mampu lurus ke timur hingga perempatan Sweta, lalu belok kanan hingga melewati pertiga Pasar Kediri, lalu belok kiri melewati Pondok Pesantren Ishlahuddin Kediri. Pada pertigaan jembatan depan Pondok Ishlahuddin, ada jalan ke timur terus lurus sampai memasuki Gapura Desa Bilebante. Lokasi Pasar Pancingan terletak sekitar 10 meter dari Pondok pesantren Hadil Ishlah Bilebante.


Lombok sangat populer dengan aneka macam macam kekayaan alamnya, tergolong destinasi rekreasi. Selain gunung, lembah, pantai, budaya dan masakan, sekarang Pasar Pancingan berubah menjadi menjadi destinasi rekreasi desa yang sungguh populer di Pulau Lombok. Ayo berkunjung ke Lombok!


0 Response to "Pasar Pancingan, Pasar Tempo Dahulu Yang Dongkrak PeluangDesa Wisate Bilebante"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel