Pembuatan Saos Pepaya
- BAHAN
- Buah pepaya.
Buah pepaya yang digunakan yakni yang sudah matang konsumsi dan tidak cacat. Jumlah 10 kg.
- Bumbu.
Bumbu-bumbu berisikan bawang putih giling (300 gram), bawang merah giling (300 gram), merica abu (100 gram), kayu elok abu (30 gram), gula pasir putih higienis yang sudah dihaluskan (2 kg), cabai giling (100 gram), dan garam halus (500 gram).
- Pengawet.
Pengawet adalah senyawa kimia yang dapat menghalangi kemajuan mikroba perusak saus. Pengawet yang dipakai yakni senyawa benzoat dalam bentuk asam benzoat (C6H5COOH) atau garamnya (sodium benzoat dan kalsium benzoat).
Asam benzoat larut dalam air (21,0 gram per liter). Dalam bentuk garam sodium benzoat kelarutannya yaitu 660 gram per liter dan dalam bentuk kalsium benzoat yaitu 40 gram per lietr. Dipasaran, lazimnya senyawa benzoat tersedia dalam bentuk sodium benzoat dan kalsium benzoat. Yang
paling banyak ialah sodium benzoat. Senyawa benzoat mampu menghalangi kemajuan kapang dan khamir, kuman penghasil toksin (racun), basil spora dan bakteri bukan pembusuk.
Senyawa ini dapat menghipnotis rasa. Bahan kuliner atau minuman yang diberi benzoat mampu memperlihatkan kesan aroma fenol, yakni seperti aroma obat cair. Asam benzoat dipakai untuk mengawetkan minuman ringan, pikel, saus sari buah dan sirup.
Efektifitas (daya guna) asam benzoat menyusut kalau masakan mengandung lemak. Efektifitas benzoat bertambah jikalau bahan banyak mengandung garam dapur (NaCl) dan gula pasir. Penambahan senyawa welirang (SO2) atau senyawa sulfit SO3 -2 ) dan gas karbon (CO2) dapat meningkatkan efektifitas senyawa benzoat dalam menghalangi perkembangan mikroba.
Senyawa benzoat dapat digunakan pada masakan danminuman pada konsentrasi 400 hingga 1000 mg per kg bahan. Untuk kebutuhan pembuatan saus ini, jumlah asam atau sodium benzoat yang digunakan yakni 8 gram.
- Pengasam.
Pengasam digunakan untukmengasamkan atau untuk menurunkan pH saus menjadi 3,8 4,4. Pada pH rendah pertumbuhan pada umumnya kuman akan depresi dan sel genaratif serta spora kuman sungguh sensitif kepada panas. Dengan demikian proses sterilisasi materi yang ber pH rendah dapat dijalankan dengan suhu mendidih (100°C) dan tidak butuhdengan suhu tinggi (121 °C). Asam juga bersinergi dengan asam benzoat dalam menekan kemajuan mikroba. Jumlah asam yang diperlukan yaitu asam nitrat sebanyak 20 gram.
- Buah pepaya.
- PERALATAN
- Pisau perajang dan landasan perajang.
Alat ini digunakan untuk merajang buah pepaya yang telah dikupas dan dibuang bijinya. Hasl perajangan adalah burupa cuilan-belahan pepaya berskala 2-3 cm. Alat perajang mekanis juga mampu digunakan. Sebelum dirajang dengan alat tersebut, pepaya mesti dibelah memanjang dengan lebar 4-5 cm.
- Penggiling rajangan pepaya.
Alat ini dipakai untuk menggiling rajangan pepaya menjadi bubur pepaya. Blender dapat dipakai untuk menghaluskan rajangan pepaya dalam jumlah kecil menjadi bubur. Mesin penggiling dipakai untuk menggiling pepaya dalam jumlah banyak menjadi bubur pepaya.
- Wadah pemasak saos.
Wadah ini yakni untuk mengolah masakan bubur pepaya yang sudah diberi bumbu. Wadah ini harus terbuat dari materi tahan karat, bagian dalamnya licin danmudah dibersihkan.
- Kompor.
Kompor bersumbu digunakan untuk mengolah makanan saus dalam jumlah kecil. Kompor bertekanan udara digunakan untuk mengolah masakan saus dalam jumlah banyak.
- Tungku.
Tungku ekonomis energi dapat dijadikan alternatif. Akan tetapi tungku ini lebih berjelaga sehingga lebih mengotori wadah. Disamping panas tungku lebih sukar dikelola. Keuntungannya ialah irit dalam pemakaian materi bakar kayu sehingga ongkos pengoperasiannya lebih murah.
- Penutup botol.
Penutupbotol dipakai untuk memasang tutup botol dari kaleng secara rapat. Alat ini memiliki konstruksi yang sederhana dan biaya pembuatannya murah.
- Timbangan.
Timbangan digunakan untuk menakar berat bahan yang digunakan. Kapasitas timbangan disesuaikan dengan jumalh bahan yang dimasak.
- Segel plastik.
Segel plastik yaitu kantong plastik yang kedua ujungnnya terbuka dapat menempel secara rapat sekali pada ekspresi botol yang sudah dipasang tutupnya. Plastik ini berfungsi sebagai segel.
- Pisau perajang dan landasan perajang.
- CARA PEMBUATAN
- Pembuatan Saus
- Pepaya dikupas, lalu dirajang dan dicuci. Setelah itu, rajangan ditiriskan.
- Rajangan pepaya dihancurkan atau digiling hingga halus sehingga diperoleh bubur pepaya.
- Bubur pepaya dicampur dengan bawang putih, bawang merah, merica, kayu elok, garam, cabe, asam sitrat dan asam benzoat. Kemudian dicampur sampai rata. Setelah itu dimasak dan dibiarkan mendidih selama 20 menit dengan api kecil sambil diaduk-aduk.
- Setelah itu disertakan gula pasir. Pendidihan dilajutkan sambil dicampur selama 10 menit. Kemudian pengadukan dan pemanasan diterukan dengan api sangat kecil sekedar menjaga materi tetap panas. Pengemasan dijalankan pada ketika saus dipanaskan ini.
- Pengemasan
- Botol beling yang bersih direndam di dalam air yang mengandung kaporit 5- 10 ppm (5 hingga 10 gram kaporit per 1m3 air) selama 30 menit di dalam wadah tahan karat. Botol disusun di dalam air peredaman tersebut dalam keadaan terbalik. Setelah itu, wadah yang berisi rendaman botol direbus sampai mendidih. Setelah mendidih api dikecilkan sekedar untuk memoertahankan air perebus tetap panas. Kondisi ini dipertahankan selama pengemasan. Sementara itu tutup botol direbus di dalam air mendidih lain . Selama packing, tutup botol mesti tetap berada pada air mendidih.
- Sebuah botol dikeluarkan dari air mendidih dalam kondisi terbalik dengan memakai penjepit. Dengan pemberian corong, saus panas segera dituangkan dalam botol. Botol cuma diisi hingga 4 cm di bawah verbal botol. Setelah itu sebuah tutup botol yang sedang direbus segera diangkat, dipasangkan pada ekspresi botol dan ditutup denganbantuan alat penutup botol. Pekerjaan ini harus dijalankan secara cepat dan cermat.
- Proses di atas diulang hingga semua saus terkemas dalam botol.
- Sterilisasi
- Botol yang sudah berisi saus dan tertutup rapat direbus di dalam air mendidih selama 30 menit. Proses ini kana membunuh banyak mikroba pembusuk yang mampu merusak bahan.
- Setelah itu, botol dikeluarkan dari air mendidih dan disimpan dalam kondisi terbalik. Jika terjadi rembesan saus lewat tutup botol, tutup mesti dibuka dan dilaksanakan kembali penutupan dengan tutup yang lain. Setelah itu botol ini mesti disterilkan kembali.
- Penyegelan
Setelah semua saus dibungkus di dalam botol,segel plastik dipasang pada mulut botol. Mulut botol yang terpasang segel dicelupkan pada panas (90°C) beberapa detik sehingga segel mengkerut dan melekat rapat pada mulut botol.
- Pemberian Label
Proses terakhir adalah menempelkan label pada bab luar botol.
- Pembuatan Saus
0 Response to "Pembuatan Saos Pepaya"
Post a Comment