Ragam Daya Tarik Dan KesempatanDesa Sumampir


Desa Sumampir yang terletak di kecamatan rembang kabupaten purbalingga merupakan desa yang memiliki  jumlah penduduk 7.100 Jiwa dan sebagian besar bermata pencaharian selaku petani. Desa Sumampir mempunyai ragam pesona alam yang  menawan serta mempunyai potensi  perekonomian yang elok. Potensi Desa Sumampir berupa wisata alam berbentukcurug (jeram) yang bernama curug Kali karang dan curug Aul.


Suasana di kedua curug tersebut menyuguhkan panorama alam yang eksotik dan asri, serta memperlihatkan kesegaran yang dipancarkan dari mata air kedua curug tersebut sehingga dapat menjadi refleksi syaraf-syaraf otak setelah disibukan dengan kegiatan rutin keseharian yang seringkali membuat bosan dan stres. Tidak cuma itu keramah tamahan penduduk sekitar yang tinggal erat dengan wisata alam tersebut memberikan kesan tersendiri, dengan kesederhanaan mereka sederhana dan dengan sapaan senyum yang menggoreskan keramahan, pada hadirin rekreasi alam curug kalikarang maupun curug aul.


Untuk hingga ke Wisata alam Curug Kali Karang waktu yang ditempuh sekitar 15 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua. Sedangkan untuk hingga ke rekreasi alam curug Aul sekitar 1 jam lebih, alasannya adalah medannya cukup susah daripada curug kalikarang.


Mata Pencaharian Warga Desa Sumampir sebetulnya bermacam-macam. Tetapi yang paling besar pengaruhnya bagi roda perekonomian warga ialah bidang konveksi dan pertanian. Hasil Usaha konveksi yang dilakoni oleh warga berbentukkelambu, korden, sarung bantal, dan kain aksesori piranti rumah tangga, mirip tempat galon dan yang yang lain. Sedangkan untuk pertanian, petani desa sumampir biasanya menanam padi, jagung, ubi, singkong.


Sedangkan untuk kegiatan pemberdayaan warga baik perjaka-pemudi maupun orang bau tanah, di desa sumampir terdapat organisasi IRMAN (Ikatan Remaja Masjid Nurul Iman), IRKAM (Ikatan Remaja Kauman) dan organisasi masjid yang lain, yang masih aktif dalam banyak sekali aktivitas islami seperti pesta santri, program buka bareng pada dikala bulan Ramadhan, dan masih banyak kegiatan lainnya. Untuk aktivitas para ibu-ibu rumah tangga dibuat kalangan pengajian dan rebana disetiap RT.


Meskipun sebuah desa yang secara geografis merupakan kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar +154m dpl, Sumampir terlihat mirip halnya perkampungan di Jakarta yang sungguh padat orangnya dengan bermacam-macam kegiatannya.

“Desa Sumampir terbagi menjadi lima dusun, yakni dusun I, II, III, IV, dan dusun V. Jumlah penduduk di Desa Sumampir saat ini sekitar 9700 jiwa” ungkap Joko Riyanto S.Pd selaku kepala Desa Sumampir.


kepadatan Desa Sumampir


Dari Sekian banyak jumlah penduduknya, hanya segelintir orang yang mengetahui sejarah dari Desa Sumampir ini. Salah satu orang yang mengenali sejarah Desa Sumampir ialah Eyang H. Sukur (88).


“konon, Desa Sumampir dibuka oleh seorang pertapa dari kerajaan Mataram(nama)”, tutur Eyang Sukur.


Pada jaman dahulu era ada seorang pertapa dari Mataram yang tiba ke arah timur. Sampai lalu ia melalui sebuah hutan yang sangat angker belum terjamah oleh manusia manapun. Teryata dia merencanakan untuk bertapa atau bersemedi si kawasan itu. Lalu di temukanlah suatu pohon besar yang lalu digunakannya untuk bersemedi di salah satu batangnya.


Setelah berbulan-bulan bertapa di atas pohon, sang pertapa belum juga mendapatkan pandangan baru apapun dari Dewata. Sampai lalu tubuhnya melemas, dan tersandarkan di batang pohon itu. Ketika tubuhnya melemas taksadarkan diri,tiba-tiba ada bisikan yang mengatakan bahwa semedinya harus dibatalkan cukup hingga disini.


Pertapa terbangun,dan kemudian membatalkan semedinya setelah. Dengan badan yang masih lemas, beliau berlangsung mendekati batu besar tak jauh dari situ. Kemudian ia menulisan suatu kata-kata di kerikil tersebut dengan kalimat dan tulisan abjad jawa usang.


Isi dari tulisannya adalah ” barang siapa yang kelak menemukan hutan ini, daerah ini harus di beri nama Sumampir atau Semampir yang artinya Sumampir : Sang Kusuma Mampir. Semampir : Semampiring Ragaku ing pang kayu ” setelah menuliskan prasasti itu sang pertapa menghilang entah kemana.” Kisah Eyang Sukur.


Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah yakni sebuah kampung Yang di juluki kampung Janda, Dari Jaman Dulu Wire color Kawat warna sekarang nyaris 90% Kaum pria merantau Ke Luar kawasan.perekonomian justru begitu Maju, walau mereka minim Pendidikan.




0 Response to "Ragam Daya Tarik Dan KesempatanDesa Sumampir"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel