Sarung Batik Cirebonan Dari Desa Jungjang

Sarung Batik Cirebonan tidak kalah dengan sarung batik tempat lain. Produk unggulan Desa Jungjang ini menerima sambutan nyata dari para pecinta sarung. Pemasaran sarung ini telah menyebar ke sejumlah tempat, seperti Magetan, Tuban, Balikpapan, Medan, Bekasi, Depok, Jakarta, Indramayu, dan Tangerang.


Desa Jungjang terletak di Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Desa Jungjang merupakan salah satu desa bau tanah di Cirebon alasannya diresmikan oleh Pangeran Walangsungsang atau Mbah Kuwu II. Beliau ialah putra dari Prabu Siliwangi sekaligus uwa dari Syekh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati.





































Nama InovasiSarung Batik Cirebonan
PengelolaRumah Budaya Nusantara Pesambangan Jati
AlamatDesa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
KontakIrman Rakhmat
Telepon+62-822-1646-6100
FacebookRumah Budaya Nusantara Pesambangan Jati
Instagrampesambangan_jati
E-mailannurudzdzaty@gmail.com

Jungjang berartikan “Junjung Sekeranjang” atau gotong-royong. Dahulu kala, Jungjang adalah sebuah daerah yang kering dan tidak bagus untuk bertani. Berkat perjuangan masyarakat yang bahwasanya membangun desa sehingga desa ini menjadi sejahtera dan berkembang.


Ide membuat kerajinan Sarung Batik Cirebonan, baik motif keratonan maupun pesisir, lahir untuk menjawab keperluan penduduk dan santri yang rindu atas identitas Cirebon. Mereka kesusahan mencari sarung motif batik Cirebonan sehingga lebih banyak menggunakan motif batik dari luar daerah.


Cirebon sendiri memiliki motif batik sendiri yang khas. Batik motif Cirebonan mengandung filosofi yang sangat lekat dengan pesan agama. Menjawab hal itu, pada Ramadhan 2018, berdirilah perjuangan penduduk Jungjang untuk memproduksi Sarung Batik Cirebonan.


Dalam pendirian perjuangan ada sejumlah urusan yang mereka hadapi, antara lain:

1. Tempat usaha yang kurang strategis, alasannya lokasi berada dalam gang kecil sehingga terusan transportasi cukup susah.

2. SDM dan permodalan. Dalam memproduksi produk, mereka mesti berafiliasi dengan pengrajin batik dari Desa Trusmi, Kabupaten Cirebon yang telah populer sebagai pusat batik di Cirebon alasannya adalah golongan pengrajin masih baru. Dengan modal perjuangan kecil, mereka cuma mampu memproduksi 1 motif batik cuma 10 pcs, sedangkan gambar rancangan kami sudah mulai banyak yang menumpuk alasannya adalah keterbatasan modal kami.

3. Perhatian pemerintah desa yang minim terhadap kerajinan, kesenian, dan kebudayaan setempat.

4. Pemasaran melalui online atau medsos mirip Facebook, Instagram maupun Whatsapp, serta melalui ekspresi ke lisan.

5. Peralatan untuk merancang motif batik seperti meja beling untuk menciptakan skema pada kain, perlengkapan membatik, serta sulitnya mencari bahan untuk batik yang ukuran sarung jumbo.


Solusi :

1. Produksi dan pemasaran dijadikan satu daerah sehingga bisa sekaligus dijadikan workshop.

2. Membuat tim produksi dan penjualan, yang dikala ini masih dikerjakan sendiri tanpa tim pembatik dan tim pemasaran. Khususnya untuk tim pembatik seharusnya perlu diadakan kursus membatik.

Dan dengan modal besar, untuk memproduksi sarung akan mampu lebih banyak motif mirip ketika ini yang dalam setiap produksi hanya bisa 1 motif sebanyak 10pcs saja, sehingga motif batik yang sudah dibuat oleh desainer motif batik tidak cuma menjadi tumpakan saja, melainkan mampu dibuat segera.

3. Pemerintahan desa mendukung dan ikut mempromosikan produk setempat, dengan adanya Kemendes ini keinginan kami yakni penawaran spesial produk setempat lebih efektif.

4. Minimnya perlengkapan dalam memproduksi selain kelemahan SDM ini adalah penyebabnya, sehingga kami membutuhkan perlindungan untuk pengadaan peralatan tersebut.


Manfaat :

1. Bisa menjadi ekonomi inovatif untuk warga desa dengan perjuangan ini.

2. Bisa membangkitkan seni tradisi lokal, kebudayaan setempat yang hampir terlewatkan bahkan hilang. Dan mampu menghidupkan ekonomi penduduk .

3. Menciptakan lapangan pekerjaan bila usaha ini meningkat dan maju.


0 Response to "Sarung Batik Cirebonan Dari Desa Jungjang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel